Selasa, 15 Oktober 2019

Kataku Kemarin


Suatu malam setelah aku dan dia menonton film lokal di salah satu bioskop di kotaku, kami menyusuri jalan pulang dengan riuh suara kendaraan. Dengan setengah nada teriak aku memanggilnya "Bo...." (panggilan kecilku untuknya).

 "Hemmm" jawabnya.
 "Enggak jadi..." jawabku ragu
"Apa ehhh?" lanjutnya
"Dengerin yaa... Aku udah gak tau lagi harus cari yang gimana lagi, aku gak tau bakal sesulit apa nantinya, ada kamu kayak gini aja udah cukup. please, jangan ditambahin atau dikurangi lagi rasanya. aku butuk kamu ada, aku butuh kamu juga ada" kataku dengan gemetar
"hahhaha... kaya gini jadi ojeg?" candanya
"bukan gitu.......ih" jelasku
"Iya aku ngerti...." katanya
 aku dan dia yang sebelumnya menggantung entah hubungan seperti apa yang kami punya, setelah hari itu semakin jelas. Dia bilang dia serius, dia bilang dia gak main-main lagi seperti sebelumnya. Setelah harin itu juga, aku bertemu keluarganya. Dia pun aku kenalkan pada keluargaku. Semakin jelas kalau kami memang punya tujuan yang sama, bercerita cita-cita aku ingin begini dan ternyata tak jauh beda dengannya. Setelah hari itu juga, semakin aku memantapkan diri dan aku berdo'a pada Tuhan agar ditetapkan dan  dipermudah jalannya. 
Aku dan dia bukan tipikal pasangan yang romantis kami kerap bertengkar untuk hal-hal kecil bahkan sepele, tapi tak sampai beberapa menit kami baik-baik kembali. Sampai satu hari, aku menyinggung hatinya, aku melukainya dengan kata-kataku yang aku fikir bukan hal besar tapi berdampak buatnya.
Mungkin tak termaafkan, karena dia memilih meminta waktu untuk memikirkan dan menenangkan diri. Dan....




Dear : Anggie Hardianto Pratama

Maaf untuk kata-kataku kemarin

Maaf karena tak berusaha mengerti kamu
Maaf aku yang tak cukup baik
Maaf aku yang sulit, rumit, dan ceroboh
Maaf aku yang tak cantik
Maaf aku yang tak menarik
Maaf aku yang selalu marah dan dingin
maaf untuk terlalu banyak "maaf"
Aku tau kamu kecewa
Aku tau kamu lelah denganku
Tapi yang harus kamu tau aku sayang kamu sebagaimana kamu adanya, aku tak pernah memikirkan hal yang lain. Semua hal yang lain bisa kita cari, If not you, who else? I can't found someone like you
Yuk, jalani semuanya sama-sama, sulit ataupun bahagia kita lewatin sama-sama.
Mulai lagi sama-sama, semua yang aku lakuin memang gak semuanya baik tapi aku berusaha buat menjadi baik untuk kamu.
Aku memang tak bisa menjanjikan hal yang indah, tapi aku janji aku gak akan buat kamu takut lagi.





Selasa, 09 Desember 2014

Cileunyi, 9 Desember 2014


Terlalu hati-hati.
Ya, kalimat itu yang tepat untuk menggambarkan perasaan.
Kamu tau kenapa ?
Semua ada karena sebuah “keraguan”.
Hal yang wajar memang.
Berusaha menutup mata, menutup telinga.
Lebih peka terhadap hati.
Jelas terdengar, terasa, Sayang ini nyata.
Yaa, hanya saja “keraguan” sedikit mengganggu.
Kita memang  tak selalu sama, tak akan pernah bisa sama.
Tapi pengertian saat ini adalah hal yang membawa kita di satu jalan yang sama.
Terlalu hati-hati.
Ya, kalimat itu yang tepat untuk menggambarkan keadaan.
Kamu tahu kenapa ?
Semua karena sebuah “rasa takut”
Hal yang wajar memang.
Jika ingat semua yang terjadi sebelumnya.
Rasa takut ini mengganggu, sungguh amat mengganggu.
Penuh dengan rasa curiga.
Penuh dengan rasa khawatir.
Pahamilah, berkali-kali dikatakan ini tak akan mudah.
Jika memang semua ini benar.
Tunjukkan jika diri berhak atas sebuah keyakinan.
Yaa, sebuah keyakinan.

                                                          “AS”


Rabu, 19 November 2014

Dear : "Liebe"




Heiiii,, kamu.. Mr.Arogant “Erwin Maulana”
Banyak cerita yang tertulis di dinding ini, yang tak bisa dijelaskan. Tapi ada hal yang membawaku menulis cerita tentangmu di dinding yang sama. 



Seseorang melukaiku, aku tak bisa mengejar  atau mundur saat itu. Aku hanya menerka jalan yang harus ku tempuh agar baik-baik saja. Tapi lelah memang tak bisa pergi.  Pilihanku untuk berjalan sendiri, justru membuat takut adakah seseorang yang dapat kutemui lagi.  

Semesta menjawab prtanyaan itu dengan menghadirkan kamu, mengembalikan sisa-sisa senyawa yang mereka bawa pergi dan aku tinggalkan, dengan hal yang tidak pernah ku pikirkan sebelumnya. Karena yang kutau hanya dia. 
Aku tak selalu mengerti semesta dengan segala permainannya.  Yang lebih aku tak mengerti cepat sekali aku tertarik dengan apa yang kamu bawa. Ohh..  Love of the first sight kah ini ?

Sampai aku putuskan untuk mengikuti jalanmu saja, karena aku tak mau tersesat (lagi). Tapi aku sadar, untuk menjadi sesuatu yang baik itu perlu sebuah “asahan”. Begitu juga dengan apa yang aku yakini saat ini, “tetap mengikutimu”.  semua tak akan pernah mudah, percayalah!!! Salah satu dari kita pasti akan  tersakiti, entah hal apa penyebabnya. Aku harap kamu mau bertahan sekalipun itu terjadi.
Saat ini, aku masih belajar memahami kamu.untuk itu, aku perlu bantuanmu.  Maaf jika aku menjengkelkan, terlalu kekanakan. Tetap genggam tanganku, jangan lepaskan pelukan mu. Janjiku akan selalu belajar dari semua kesalahan.
Aku tak pernah tau, kemana waktu akan membawa kita dan  seperti apa masa depan itu. Namun aku tau kamu disini bersamaku saat ini. Kita akan melewati ini semua dan ku harap, kamulah seseoarang yang akan berbagi hidup dengan ku.
Ich Liebe dich sein..