Selasa, 09 Desember 2014

Cileunyi, 9 Desember 2014


Terlalu hati-hati.
Ya, kalimat itu yang tepat untuk menggambarkan perasaan.
Kamu tau kenapa ?
Semua ada karena sebuah “keraguan”.
Hal yang wajar memang.
Berusaha menutup mata, menutup telinga.
Lebih peka terhadap hati.
Jelas terdengar, terasa, Sayang ini nyata.
Yaa, hanya saja “keraguan” sedikit mengganggu.
Kita memang  tak selalu sama, tak akan pernah bisa sama.
Tapi pengertian saat ini adalah hal yang membawa kita di satu jalan yang sama.
Terlalu hati-hati.
Ya, kalimat itu yang tepat untuk menggambarkan keadaan.
Kamu tahu kenapa ?
Semua karena sebuah “rasa takut”
Hal yang wajar memang.
Jika ingat semua yang terjadi sebelumnya.
Rasa takut ini mengganggu, sungguh amat mengganggu.
Penuh dengan rasa curiga.
Penuh dengan rasa khawatir.
Pahamilah, berkali-kali dikatakan ini tak akan mudah.
Jika memang semua ini benar.
Tunjukkan jika diri berhak atas sebuah keyakinan.
Yaa, sebuah keyakinan.

                                                          “AS”


Rabu, 19 November 2014

Dear : "Liebe"




Heiiii,, kamu.. Mr.Arogant “Erwin Maulana”
Banyak cerita yang tertulis di dinding ini, yang tak bisa dijelaskan. Tapi ada hal yang membawaku menulis cerita tentangmu di dinding yang sama. 



Seseorang melukaiku, aku tak bisa mengejar  atau mundur saat itu. Aku hanya menerka jalan yang harus ku tempuh agar baik-baik saja. Tapi lelah memang tak bisa pergi.  Pilihanku untuk berjalan sendiri, justru membuat takut adakah seseorang yang dapat kutemui lagi.  

Semesta menjawab prtanyaan itu dengan menghadirkan kamu, mengembalikan sisa-sisa senyawa yang mereka bawa pergi dan aku tinggalkan, dengan hal yang tidak pernah ku pikirkan sebelumnya. Karena yang kutau hanya dia. 
Aku tak selalu mengerti semesta dengan segala permainannya.  Yang lebih aku tak mengerti cepat sekali aku tertarik dengan apa yang kamu bawa. Ohh..  Love of the first sight kah ini ?

Sampai aku putuskan untuk mengikuti jalanmu saja, karena aku tak mau tersesat (lagi). Tapi aku sadar, untuk menjadi sesuatu yang baik itu perlu sebuah “asahan”. Begitu juga dengan apa yang aku yakini saat ini, “tetap mengikutimu”.  semua tak akan pernah mudah, percayalah!!! Salah satu dari kita pasti akan  tersakiti, entah hal apa penyebabnya. Aku harap kamu mau bertahan sekalipun itu terjadi.
Saat ini, aku masih belajar memahami kamu.untuk itu, aku perlu bantuanmu.  Maaf jika aku menjengkelkan, terlalu kekanakan. Tetap genggam tanganku, jangan lepaskan pelukan mu. Janjiku akan selalu belajar dari semua kesalahan.
Aku tak pernah tau, kemana waktu akan membawa kita dan  seperti apa masa depan itu. Namun aku tau kamu disini bersamaku saat ini. Kita akan melewati ini semua dan ku harap, kamulah seseoarang yang akan berbagi hidup dengan ku.
Ich Liebe dich sein..